24 Cara Teknik Pengolahan Makanan Internasional dari A sampai Z

Teknik Pengolahan Makanan Internasional.

Assalamu’alaikum sahabat dimanapun anda berada disini kami akan mencoba menyajikan beberapa uraian tentang cara mengolah makanan internasional yang semoga dapat memberikan manfaat dan jawaban atas apa yang anda cari. Dan berikut deskripsinya;

Definisi Pengolahan Makanan Internasional.

Pengolahan makanan adalah proses pemberian panas pada bahan makanan dengan tujuan tertentu sehingga makanan menjadi matang atau matang.

Pengolahan makanan internasional adalah pengolahan atau pemasakan makanan dengan bahan, teknik, penyajian dan menu yang berasal dari negara-negara di dunia.

Teknik Pengolahan Makanan Internasional.

Ada beberapa cara atau teknik yang diperlukan dalam mengolah makanan untuk menghasilkan produk makanan yang berasa

sesuai dengan keinginan atau harapan. Teknik pengolahan makanan internasional tersebut antara lain sebagai berikut.

A. Mendidih (boiling),

Yaitu memasak bahan makanan dalam cairan pada suhu 100’C. Perebusan bisa dalam air, susu, kaldu atau anggur.

Pada saat perebusan agar tidak banyak nutrisi yang hilang, maka perhatikan hal-hal berikut ini;

24 Metode/Teknik Pengolahan Makanan Internasional dari A sampai Z
Tentang Makanan Internasional
  • Gunakan air secukupnya agar saat makanan dimasak, air yang digunakan juga habis.
  • Masukkan makanan setelah air mendidih lalu tutup panci dan setelah air kembali mendidih, kecilkan api hingga makanan matang (aduk sesekali).
  • Setelah matang, angkat dari api karena jika terlalu lama mendidih hanya akan membuang bahan bakar, menghilangkan zat makanan, aroma dan rasa dari makanan itu sendiri dan membuat warna makanan terlihat busuk.
  • Jika masih ada sisa air rebusan, gunakan untuk membuat makanan lain.

B.Mengukus (Steaming).

Yaitu memasak bahan makanan dengan uap air mendidih yang dilakukan dalam panci kukusan yang terdiri dari dua panci yang disusun.

Panci bagian bawah diisi dengan air yang mengepul dan panci bagian atas adalah wadah makanan kukus dengan bagian bawah panci berlubang.

Ide Peluang Bisnis Makanan Internasional, Ada Disini.

Keuntungan mengukus dibandingkan dengan merebus makanan adalah;

  • Nutrisi dalam makanan tidak hilang karena tidak larut dalam air.
  • Makanan lebih enak dan harum, dan
  • Kemungkinan makanan hangus hampir tidak ada.

C. Au bain Marie (Menempel).

Yaitu memasak bahan makanan di tempat yang dipanaskan dalam air mendidih yang dilakukan dalam panci tim yang terdiri dari 2 panci

disusun seperti panci mengepul, tetapi bagian bawah bagian atas panci tidak berlubang.

Harus ada banyak air di dasar pot, tetapi harus berhati-hati agar air tidak masuk ke dalam makanan.

Kelebihan makanan dalam tim adalah makanan tidak mudah hancur karena tidak perlu diaduk dan hampir tidak ada zat makanan yang terbuang.

D. Penggorengan (Frying).

Yaitu memasak bahan makanan dalam minyak panas agar bahan makanan tersebut menjadi matang, kering, dan berwarna kecokelatan serta dapat dilakukan dengan dua cara yaitu;

  • Deep Frying, yaitu menggoreng dalam minyak goreng yang banyak dan panas dengan menggunakan penggorengan yang bagian bawahnya tebal atau wajan besi atau deep fryer.
  • Pan Frying, yaitu menggoreng dengan margarin, lemak atau mentega secukupnya untuk melumasi bagian bawah wajan saja.

    Ciri Makanan Kontinental Kualitas Internasional Disini.

    Menggoreng dengan cara ini bisa dilakukan di atas kompor menggunakan grill pan atau di oven menggunakan loyang.

E. Tumis Goreng (men-cah)

Yaitu cara memasaknya menggunakan sedikit minyak yang dipanaskan dalam wajan dengan api besar.

Sayuran yang sudah dipotong-potong ditambahkan sambil terus diaduk hingga tertutup lemak dan matang namun tetap renyah dan tidak terlalu layu.

Bumbu dan bahan lainnya bisa ditambahkan setelah sayuran dilumuri lemak dan bisa juga ditambahkan sedikit kaldu atau air. Cara memasak seperti ini adalah cara memasak dari dapur Cina.

F. Rebusan (pengaturan).

Yaitu memasak makanan dengan api kecil setelah makanan direbus, digoreng atau ditumis dengan tujuan agar makanan menjadi empuk dan bumbu yang ditambahkan bisa meresap.

Penataan dapat dilakukan pada bahan makanan seperti daging, sayuran, dan buah-buahan.

Namun, sayuran yang dimasak dalam waktu lama akan kehilangan sebagian nutrisi dan warnanya, jadi

Makanan oriental dan ciri khasnya ada di sini.

sebaiknya sayur tidak perlu di set tapi setelah direbus, selagi masih panas dicampur dengan mentega dan saus.

G. Menggoreng.

Yaitu memasak bahan makanan dalam lemak dengan api besar hingga makanan terlihat kecoklatan,

misalnya daging yang diberi sedikit cairan dan dibiarkan mendidih di atas api di tempat tertutup. Rebusan juga bisa dilakukan pada sayuran tetapi tidak dipanaskan sampai kecoklatan.

Vitamin yang terkandung dalam sayuran tidak akan hilang karena tertutup lapisan lemak.

H. Tumis (Tumis).

Yaitu memasak makanan dengan sedikit margarin, mentega atau minyak agar lebih harum dan enak serta tidak dilakukan terlalu lama sambil diaduk.

I. Memanggang (pembakaran).

Yaitu memasak bahan makanan langsung di atas bara api hingga kecoklatan dan mendapatkan lapisan yang kering dan biasanya daging sapi, ayam dan lainnya dipanggang.

J. Memanggang (membakar atau mengepang).

Yaitu memasak bahan makanan di dalam oven atau loyang hingga matang dan kecokelatan dan dilakukan pada berbagai makanan seperti kue kering, tart, roti, dan lain-lain.

Apa manfaat dari makanan khas daerah? Baca Disini.

Selain itu juga digunakan pada beberapa masakan dengan tujuan mendapatkan lapisan kulit yang kering dan kecoklatan.

K.Pelapisan.

Yaitu pemberian lapisan telur atau remah roti pada makanan yang akan digoreng, yang dilakukan agar makanan tersebut mendapat kulit yang kering kecoklatan dan

bentuknya rapi dan tidak banyak menyerap minyak serta tidak mudah pecah saat digoreng dan bagian dalamnya tidak kering.

Cara mempermanis makanan adalah sebagai berikut;

  • Kocok telur atau putih telur dengan mencampurkan sedikit air tapi jangan sampai berbusa.
  • Celupkan makanan ke dalam kocokan telur lalu tiriskan.
  • Ketuk perlahan sisa remah roti pada makanan dan goreng segera dalam minyak panas.

L. Pengasinan (marine).

Artinya, meninggalkan daging, ikan atau sayuran untuk beberapa waktu dalam cairan yang terdiri dari anggur, air jeruk nipis atau cuka, ditambah

Apa Sumber Daya Bisnis Makanan Internasional? Lebih Banyak Di Sini.

bumbu garam, merica, bawang merah, daun salam, cengkeh, minyak dan gula pasir dengan tujuan agar daging empuk, gurih dan tidak cepat busuk, untuk sayuran agar tidak hambar rasanya.

24 Metode/Teknik Pengolahan Makanan Internasional dari A sampai Z
Tentang Makanan Internasional

M. Farcing.

Yaitu menutup, membungkus atau mengisi makanan dengan bahan makanan lain yang telah dihaluskan yang umumnya menggunakan daging cincang.

Bahan-bahan yang dipasarkan adalah ayam, telur, dan sayur-sayuran, seperti telur, katak, isi tomat dan lain-lain.

N. Lardir (Melardir).

Yaitu mengolesi daging dengan pita lemak yang dilakukan pada daging tanpa lemak seperti hati, unggas dan buruan agar tidak terlalu kering saat dimasak.

Apa itu Teknik Pengemasan Makanan Internasional? Apa komposisinya? Baca Disini.

O. Barding (Membardir).

Yaitu membungkus daging dengan lapisan tipis lemak dengan tujuan melunakkan yang sering dilakukan pada daging unggas.

P. Blansing (blansing).

Yaitu mencelupkan bahan makanan ke dalam air mendidih selama beberapa detik kemudian diangkat dan langsung dimasukkan ke dalam air dingin.

Lama tidaknya merebus tergantung dari jenis makanan yang digunakan.

Hal ini dilakukan pada bahan makanan seperti sayur dan buah agar lebih mudah dikupas, membunuh bakteri, dan menyegarkan warnanya.

Q. Membuat kaldu atau kaldu.

Yaitu melarutkan zat harum dari daging, ikan, unggas, sayuran, dan rempah-rempah.

Analisis Langkah-Langkah Pengusaha Makanan Khas Daerah

Saat membuat kaldu, sebaiknya jangan menggunakan suhu di atas 100’C agar semua sarinya bisa keluar secara perlahan dan tidak terjadi penguapan dan kaldu akan tetap bening.

R. Pembuatan Fillet (Memfilir).

Yaitu mengiris daging sapi, unggas, atau ikan sedemikian rupa sehingga tidak ada tulang atau durinya lagi dan potongan dagingnya disebut fillet yang bisa direbus atau digoreng.

S. Glasir (glasir).

Yaitu memberi lapisan glossy pada makanan, tar atau kue lainnya dengan cara melapisinya dengan gelas air atau gelas putih telur yang terbuat dari campuran gula halus, air jeruk atau putih telur.

Berikut Risiko dan Peluang Usaha Pangan Daerah.

T. Kentalkan.

Yaitu menambahkan bahan pengental ke dalam cairan dengan menggunakan pati, telur dan gelatin atau agar-agar. Tepung kentang dan tepung jagung lebih kental daripada bahan pengental lainnya.

U. Mengklarifikasi.

Yaitu untuk menjernihkan cairan yang akan digunakan dalam memasak dengan cara mengocok putih telur, menuangkannya ke dalam cairan yang akan dijernihkan kemudian dipanaskan perlahan sambil diaduk.

Saat putih telur mulai membeku, kotoran halus akan mengikat.

Didihkan, angkat dari api, jangan diaduk lagi. Putih telur mengikat kotoran agar mengapung, lalu disaring dengan kain lembut.

Apa Jenis Makanan Hewani Daerah? Dari mana asalnya? Di Sini.

V. Pemukulan (Gemetar atau memukul).

Yaitu memasukkan udara ke dalam makanan, misalnya pada putih telur untuk membuat columben karena dengan udara itu makanan akan mengembang.

W. Pendinginan (Pendinginan).

Artinya, biarkan makanan beberapa saat di dalam lemari es hingga mencapai suhu dingin yang diinginkan.

X. Melayani (melayani).

Yaitu menyajikan makanan yang sudah matang dan bisa dimakan.

Demikian uraian tentang cara mengolah makanan internasional dari A sampai Z diatas, semoga bermanfaat dan terima kasih.

Sumber: Prakarya-Kemdikbud_RI.

Baca :  Jelaskan peralatan dan bahan pembuatan karya kerajinan dari tanah liat