4+ Ide Usaha Bisnis Kreatif Sebagai Modal Awal Anda

Menggali ide bisnis adalah awal dari kesuksesan sebuah bisnis. Banyak kisah para pebisnis yang secara konsisten menggeluti bisnis yang sebelumnya “tidak diperhitungkan”, kini menjadi pebisnis sukses yang namanya diperhitungkan. Bagaimana cara menggali ide bisnis?

Ide Bisnis Bisnis Kreatif

Menggali ide bisnis bukanlah perkara mudah. Ketika seorang calon pengusaha berpikir bahwa dia akan melakukan bisnis apa? Maka saat itulah masalah menggali ide bisnis mulai muncul. Belum lagi pertanyaan: apakah produk yang saya jual, akan menghasilkan uang? Dan, pertanyaan selanjutnya: layanan apa yang bisa ditawarkan dan bisa memberikan penghasilan lebih besar?

Secara teori, ide atau gagasan tentang bisnis dapat digali dari apa yang dilihat dan juga didengar dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan para ahli ekonomi telah membagi kebutuhan manusia ke dalam berbagai jenis kebutuhan mulai dari primer, sekunder, hingga tersier. Tentu saja ide sebuah bisnis dapat dipisahkan dari upaya memenuhi kebutuhan manusia tersebut.

Soalnya, bagi yang belum pernah berbisnis, mencari ide bisnis yang bisa memberikan alternatif penghasilan bukanlah perkara mudah, meski bukan tidak mungkin untuk didapatkan. Dibutuhkan kemauan yang kuat untuk menumbuhkan jiwa wirausaha, mau belajar hal baru, mau mencari peluang, berani mencoba formula bisnis, dan tentunya belajar mengelola risiko.

Memang, seringkali ide bisnis mengalir begitu saja ketika kita tidak siap menerimanya. Begitu pula sebaliknya, ketika sedang dipikirkan dan dieksplorasi, seringkali ide bisnis tidak muncul, bahkan ketika pikiran buntu, ide bisnis tidak muncul sama sekali. Namun, bukan berarti ide bisnis tidak bisa dipancing keluar.

Langkah-langkah bisnis berikut dapat membantu Anda menemukan ide bisnis yang sesuai dengan karakter, passion, atau hobi Anda. Lagi pula, berbisnis sesuai karakter Anda akan lebih menguntungkan dan juga menyenangkan, dibandingkan jika Anda berbisnis hanya karena paksaan.

4+ Ide Bisnis Kreatif untuk Startup Anda

1. Belajar dari kegagalan diri sendiri atau orang lain.

Tidak ada salahnya belajar bisnis dari sesuatu yang awalnya gagal. Mengapa ? karena ada kemungkinan kita bisa memulai dengan cara lain dan mencapai beberapa keberhasilan. Kegagalan bisnis yang dilakukan oleh orang lain, adalah guru bagi Anda untuk memperbaiki jalan yang salah menjadi benar dan lebih baik. Namun, sangat disarankan untuk belajar dari yang sukses, karena Anda akan belajar untuk memulai dengan sistem yang telah terbukti berhasil.

2. Cari dan baca informasi terbaru.

Saat ini cukup banyak buku yang diterbitkan tentang kewirausahaan dan peluang bisnis, sehingga Anda dapat dengan bebas memilih jenis bisnis yang cocok untuk Anda. Seperti halnya tabloid peluang bisnis yang rutin menyajikan informasi peluang bisnis, dapat menambah ide Anda untuk menjajaki bisnis yang lebih segar dan lebih besar.

3. Temukan ide bisnis.

Dari informasi ini Anda akan bisa mendapatkan banyak ide bisnis. Misalnya: melayani kebutuhan, menjual eceran, menjual penemuan, menggandakan usaha, keterampilan menjual, melatih usaha, usaha keagenan, barang koleksi, membuka kantor konsultan, membeli waralaba, membeli usaha yang prospektif, membeli usaha yang bangkrut, membuka kios, atau usaha patungan.

Tidak berhenti sampai di situ, karena setelah seorang wirausahawan dapat menangkap ide bisnis sebagai peluang bisnis yang dapat menghasilkan uang, maka ia harus dapat memperhitungkan berbagai aspek untung rugi jika ide bisnis tersebut diimplementasikan. Termasuk resiko kegagalan atau kemungkinan terburuk yang akan terjadi.

4. Dua perspektif yang harus diperhatikan ketika menangkap ide bisnis.

Pertama, informasi yang dikumpulkan tentang bisnis harus lengkap dan akurat. Karena data atau informasi yang lengkap dan up to date dapat meminimalisir resiko kegagalan.

Kedua, pengambilan keputusan yang cepat, namun bukan berarti terburu-buru, melainkan harus dicermati dengan pola berpikir positif dan terbuka, serta matang, sehingga keputusan yang diambil dapat lebih sistematis dan terukur.

Pesan terakhir:

KEBIJAKSANAAN BISNIS : Anda bisa membawa kuda ke tempat air, tapi Anda tidak bisa membuatnya minum. Tugas Anda, sebagai seorang pebisnis, adalah membuatnya haus. Itu sebabnya Peter F Drucker berkata, “bisnis adalah menciptakan pelanggan”. Bisnis bukan sekedar berusaha membuat produk, tapi bagaimana menciptakan pelanggan. (Indra Ismawan, penulis Buku Cara Mudah Membangun Usaha Sendiri).

Baca :  Membuat Mie Ramen Rumahan Sederhana Khas Jepang Ini Resepnya