Bagaimana Cara Merancang Tata Panggung, Busana, Rias, Cahaya, Musik, Bunyi Pementasan

Cara Mendesain Panggung, Pakaian, Tata Rias, Cahaya, Musik, Pertunjukan Suara.

Penjelasan.

Halo sobat Artikel dimanapun anda berada, sesuai dengan tema blog diatas, tentunya anda akan ingin mengetahui lebih dalam tentang isi dan artikel singkat ini.

Saya mengatakan demikian karena kami sama-sama performer, berawal dari pengalaman saya di dunia akting (teater) maka dari situ saya mulai mengadu nasib di dunia tulis-menulis yang khusus membahas seni budaya yang bersumber dari beberapa pengalaman dan referensi lainnya. yang sumbernya jelas. dan dapat diandalkan, dianggap sebagai bentuk kepedulian saya terhadap seni dan budaya kita di negara kita tercinta.

Untuk lebih jelasnya mari kita simak ulasan berikut ini:

1. Bagaimana Merancang Panggung Pementasan.

Setting panggung juga dikenal sebagai pemandangan atau tampilan latar tempat lakon dimainkan. Tahapan dalam arti luas adalah suasana di sekitar gerakan di atas panggung dan semua elemen visual yang terlihat oleh mata yang mengelilingi para aktor dalam pertunjukan.

Cara Mendesain Panggung, Gaun, Rias, Cahaya, Musik, Suara
Merancang pementasan Panggung

Pengertian tata panggung secara sempit, yaitu objek yang membentuk latar belakang fisik dan membatasi lingkungan untuk perilaku.

Dengan mengacu pada dimensi ini, dapat ditarik kesimpulan bahwa penataan panggung adalah semua latar dan objek di atas panggung untuk mendukung seorang aktor dalam memainkan lakonnya.

Prinsip-prinsip dalam mengatur panggung adalah:

– Dapat memberikan ruang gerak.

– Dapat memberikan pernyataan suasana lakon.

Dapat memberikan tampilan yang menarik.

– Dapat dilihat dan dipahami oleh penonton.

– Ini adalah desain yang sederhana.

– Dapat bermanfaat terus menerus bagi aktor atau aktor.

– Dapat dibuat, dirakit, dan dibawa secara efisien, serta

– Dapat membuat desain yang menunjukkan bahwa setiap elemen yang terdapat dalam tampilan visual panggung memiliki hubungan satu sama lain.

2. Bagaimana Merancang Gaun Pementasan.

Dressing memiliki pengaruh yang besar pada penonton karena sebelum seorang aktor mendengar dialognya, hal pertama yang harus diperhatikan adalah penampilannya.

Kesan yang dibuat pada penonton tentang diri aktor tergantung pada apa yang dilihat penonton karena pakaian yang ditampilkan menentukan karakter aktor dan memperkuat kesan pada penonton.

Agar pakaian pementasan memiliki efek yang diinginkan, gaun harus memiliki fungsi tertentu, yaitu sebagai berikut:

– Membantu menghidupkan karakter pemeran, artinya sebelum berperan, pakaian yang digunakan telah melambangkan karakter yang diperankan, antara lain usia, kebangsaan, status sosial, dan juga kepribadiannya.

– Membantu menunjukkan individualisasi peran, artinya warna dan gaya berpakaian harus dapat membedakan peran yang satu dengan yang lainnya.

– Membantu memberikan fasilitas dan juga pergerakan aktor, artinya aktor atau aktor harus dapat menjalankan perilaku atau akting perannya tanpa terganggu oleh pakaiannya.

Busana tidak harus mampu memberikan bantuan kepada aktor, tetapi aktor harus mampu menambah efek visual gerak, menambah keindahan, dan enak dipandang dalam setiap posisi yang diambil aktor.

3. Bagaimana Mendesain Tata Rias Pementasan.

Tata rias dalam pembahasan kita adalah tata rias panggung, oleh karena itu segala sesuatunya harus ditujukan untuk membentuk penunjang artistik bagi para pemeran dalam sebuah lakon. Riasan adalah cara menggunakan bahan kosmetik untuk membuat wajah atau gambar peran yang ingin Anda mainkan.

Tugas tata rias, yaitu membantu memberikan rias atau perubahan kepada para pemainnya agar dunia panggung terbentuk dengan suasana yang sesuai dan wajar. Tugas ini dapat berupa fungsi utama, atau juga fungsi tambahan.

Sebagai fungsi utama, misalkan riasan ini mengubah seorang gadis muda menjadi nenek atau anak laki-laki atau sebaliknya.

Sebagai fungsi bantuan misalnya seorang gadis muda harus memainkan peran seorang gadis muda tetapi masih membutuhkan sedikit riasan di wajah atau rambutnya dan hal-hal kecil lainnya.

Manfaat atau kegunaan make up dalam pementasan.

– Merias badan sama dengan mengubah sesuatu yang alami menjadi sesuatu yang bermanfaat, artinya dengan prinsip mendapatkan manfaat yang benar.

Bedanya dengan rias cantik adalah rias cantik mengubah yang jelek menjadi cantik, sedangkan rias untuk teater mengubah apa yang alami menjadi apa yang diinginkan.

– Mengatasi efek pencahayaan yang kuat.

– Membuat wajah dan tubuh sesuai dengan peran yang dimainkan.

4. Bagaimana Merancang Sistem Pencahayaan.

Lighting, yaitu penataan lampu atau tata cahaya panggung untuk pertunjukan guna menerangi atau menerangi area bermain dan menambah kesan artistik.

Penerangan sebelum menggunakan lampu listrik saat ini, pertunjukannya masih menggunakan cahaya matahari sebagai penerangan dan setelah manusia mengenal api sebagai sumber pemanas, manusia menggunakan api sebagai penerangan untuk pertunjukannya.

Cara Mendesain Panggung, Gaun, Rias, Cahaya, Musik, Suara
Bagaimana Mendesain Pencahayaan Panggung

Efek pencahayaan menggunakan api menciptakan kesan magis dalam perilakunya yang mungkin atau mungkin sangat sulit diperoleh dengan menggunakan pencahayaan non-api.

Goyangan api saat ditiup angin menciptakan efek gelap dan terang yang semakin mengundang suasana artistik.

Tujuan dari sistem pencahayaan adalah:

– Menerangi dan menerangi panggung dan pemain.

– Illuminate, yaitu cara menggunakan lampu hanya untuk memberi cahaya dan menghilangkan kegelapan sehingga semua barang yang ada, baik penting atau tidak, semuanya menyala.

– Illuminating, yaitu bagaimana menggunakan lampu untuk membuat bagian-bagian panggung sesuai dengan keadaan dramatis dari lakon karena dengan menerangi area tertentu terdapat suasana yang lebih ditonjolkan untuk mencapai efek dramatis.

– Mengingatkan pada efek cahaya alami. Yaitu, menentukan waktu (jam), musim, cuaca, dan keadaan menggunakan pencahayaan.

– Lukisan dekorasi atau pemandangan dalam menambah nilai warna sehingga tercapai cahaya dan bayangan, menonjolkan fungsi dekorasi.

– Bantu permainan untuk menciptakan suasana mental dalam peran.

5. Bagaimana Merancang Sound System.

Manajemen suara juga dapat diartikan sebagai pengaturan musik, efek suara dan suara yang mendukung terciptanya suasana sehingga muncul suasana emosional yang tepat.

Sound System juga diharapkan dapat membantu imajinasi penonton untuk lebih membayangkan suasana peristiwa dalam lakon.

Cara Mendesain Panggung, Gaun, Rias, Cahaya, Musik, Suara
Bagaimana Mendesain Suara Pertunjukan

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam merancang sound system adalah:

  • efek dialog,
  • Efek Suara, dan
  • Efek Musik.

Ketiga hal tersebut dapat digunakan secara bersamaan walaupun terkadang hanya 2 atau hanya satu. Volume suara harus dikontrol dengan baik agar hasilnya jernih dan enak didengar.

Volume berfungsi seperti lampu sorot, artinya suara apa yang diprioritaskan dalam adegan, apa efek suara, musik atau dialognya.

Penggunaan sound effect ini tidak bisa dilakukan sembarangan tetapi harus memiliki tujuan. Cara sederhana untuk membuat efek suara adalah sebagai berikut:

– Suara pintu, untuk menghasilkan suara pintu kita bisa membuat pintu kecil di dalam kotak kecil yang dilengkapi dengan gerendel pintu yang jika didekatkan dengan microphone akan menghasilkan suara pintu yang sebenarnya.

– Bunyi jam, bisa dibuat dengan menggunakan kotak logam dan pensil atau ballpoint yang digeser ke kiri dan ke kanan.

– Bunyi guntur, dapat dibuat dengan menjatuhkan seng atau memukulnya.

– Tembakan, bisa dilakukan dengan cara meletuskan balon atau memukul benda padat dengan keras.

– Suara pesawat dengan merekam suara pesawat di bandara.

Musik dalam dunia teater memiliki kedudukan penting karena penonton dapat dengan mudah membayangkan atau mempengaruhi imajinasinya. Musik yang baik dan tepat dapat membantu aktor membawa warna dan emosi pada peran dalam adegan tersebut. Musik juga dapat digunakan sebagai awal dan akhir suatu adegan atau sebagai jembatan antara satu adegan dengan adegan lainnya.

Demikian penjelasan singkat diatas, semoga bermanfaat bagi anda semua dan terima kasih atas waktu yang diberikan.

Sumber: Here Culture-KEMENDIKBUD-RI_Jakarta,2018

Kontributor Naskah : Milasari et al.

Pe-Review : Defrizal

Penerbit: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Baca :  Apresiasi Seni Budaya Nusantara Kelas 10 Semester 2 halaman all