Fermentasi dan Penambahan Enzim adalah Contoh Pengawetan Secara

Definisi Fermentasi.

Fermentasi adalah proses perubahan kimia dalam substrat organik yang dapat berlangsung secara aerobik atau anaerobik karena aksi katalis biokimia (enzim) yang dihasilkan oleh mikroba tertentu dalam makanan.

Fermentasi dan Penambahan Enzim adalah Contoh Pengawetan Fisik
Fermentasi dan Penambahan Enzim adalah Contoh Pengawetan Fisik

Nah dari pengertian fermentasi diatas, kita akan mencoba membahas beberapa hal yang berhubungan dengan fermentasi atau istilah lainnya yaitu pengawetan suatu bahan, khususnya bahan makanan. Berikut deskripsinya.

sebuah. Makanan Fermentasi.

Makanan fermentasi adalah makanan yang dibuat dengan bantuan mikroba atau enzim sehingga mengalami perubahan biokimia yang diinginkan dan dapat memberikan ciri khas makanan tersebut.

Pengusaha Makanan Diawetkan Hewan. Klik.Di Sini.

Dalam proses fermentasi menyebabkan beberapa hal, antara lain;

– Makanan akan lebih bergizi dengan meningkatkan jumlah vitamin B dalam makanan,

– Makanan akan bertahan lebih lama

– Makanan mudah dicerna, dan

– Memberikan rasa yang lebih baik.

b. Hal – Hal yang perlu diperhatikan dalam proses fermentasi.

Mikroba merupakan kunci keberhasilan proses fermentasi sehingga perlu diketahui dan diperhatikan hal-hal berikut.

– Kondisi lingkungan untuk pertumbuhan.

Kondisi lingkungan untuk pertumbuhan mikroba harus sesuai, jika tidak dapat menyebabkan pertumbuhan kontaminan.

Manfaat Pengawetan Berbahan Hewani dan Nabati. Klik.Di Sini.

– Karakteristik jenis mikroba,

Penting untuk mengetahui sifat atau karakteristik mikroba yang digunakan agar dapat menghasilkan produk yang optimal.

– Penggunaan galur mikroba harus tepat

Penggunaan strain mikroba yang tidak tepat dapat menyebabkan rasa dan penampilan yang buruk, pembentukan toksik, dan pembusukan.

c. Jenis Mikroba dalam Fermentasi.

sebuah. Fungi yang terdiri dari Aspergillus, Rhyzopus, dan Neurospora.

b. Bakteri, terdiri dari bakteri asam laktat yaitu Loktabacillus bulgarigus, L. Acidopillus, L. Casei, dan Leuconostoc.

Baca :  Alat dan Bahan Pendukung Produksi Pembenihan Ikan Lele

c. Ragi, yang meliputi Saccharomyces, Candida, dan Endomycopsis.

Perlu juga diperhatikan bahwa jenis mikroba yang berperan dalam proses fermentasi tergantung pada aW, pH, suhu, komposisi bahan dasar, dan zat pendukung lainnya.

Klasifikasi Fermentasi.

Klasifikasi fermentasi meliputi dalah;

– Berdasarkan produk utama yang dihasilkan dari gula.

Klasifikasi fermentasi berdasarkan produk utama gula terdiri dari fermentasi asam laktat, etanol (alkohol) dan CO2, fermentasi asam laktat, dan fermentasi dengan produk utama campuran. Fermentasi komersial yang paling penting adalah fermentasi asam laktat dan etanol/alkohol.

sebuah. Fermentasi asam laktat.

Produk sosis yang difermentasi seperti alami, difermentasi sehingga konsentrasi asam laktat adalah 0,8 – 1,2% b/b diikuti dengan pasteurisasi dan pengasapan.

Sayuran: mentimun dan zaitun. Dibenamkan dalam 2,5 – 6% b/b air garam untuk mencegah pembusukan bakteri, bakteri asam laktat mendominasi dalam kondisi anaerobik untuk menghasilkan 1% b/b asam laktat. Contoh produk lain, seperti yogurt, keju, dan krim asam.

Jenis Ciri Bahan Pangan Nabati dan Hewani.Klik.Di Sini.

b. Fermentasi Etanol/Alkohol dan CO2.

Etanol/alkohol adalah produk utama dari fermentasi etanol dalam kondisi anaerobik, CO2 juga dihasilkan. Jenis fermentasi ini tidak memiliki efek pengawet.

Pengawetan makanan beralkohol dilakukan dengan pasteurisasi (untuk bir) dan penambahan sulfit dan filtrasi steril sebelum pembotolan.

c. Fermentasi Asam Asetat.

Fermentasi asetat terjadi dalam kondisi aerobik dengan prinsip fermentasi pati alkohol (anaerobik) diikuti oleh fermentasi asetat (aerobik).

– Berdasarkan mikroba yang berperan, dan

– Berdasarkan bahan dasar.

Fermentasi Dengan Produk Utama Campuran.

Dalam produksi cuka, ragi menghasilkan etanol yang kemudian dioksidasi menjadi asam asetat oleh bakteri asam asetat.

Untuk fermentasi akhir, harus ada asupan oksigen yang banyak. Setelah fermentasi lengkap, cuka dimasak atau dituangkan, proses yang melibatkan reaksi antara sisa etanol dan asam asetat untuk membentuk etil asetat yang memberikan produk rasa khas.

Baca :  Jenis dan Karakteristik Bahan Pangan Nabati dan Hewani

Produk akhir mengandung 4 – 6% asam asetat dan sedikit ester. Efek pengawet diperoleh dengan menambahkan garam (hingga 20% b/b).

Klasifikasi Fermentasi Berdasarkan Mikroba.

Klasifikasi fermentasi berdasarkan mikroba yang berperan dibagi menjadi beberapa bagian antara lain homofermentasi, heterofermentasi, homomultifermentasi, dan polifermentasi.

Well.. Sebenarnya masih banyak pembahasan yang akan kita bahas tentang fermentasi, tapi dari uraian diatas mungkin kita sudah menyimpulkan bahwa fermentasi dan penambahan enzim merupakan contoh pengawetan “BIOLOGIS”.

Yang dimaksud biologi disini adalah dalam proses fermentasi kita menggunakan bantuan ragi dan enzim lainnya agar makanan yang dihasilkan dapat bertahan lebih lama dan tidak cepat busuk.

Mungkin cukup sekian penjelasan tentang contoh fermentasi biologis dengan penambahan enzim diatas, semoga bermanfaat dan terima kasih.