Jenis, Kandungan, Manfaat Bahan Pangan Serealia, Umbi dan Kacang – Kacangan

Jenis, Kandungan, Manfaat Sereal, Kacang-kacangan dan Umbi-umbian. kecerdasan saya.

Sereal, kacang-kacangan dan umbi-umbian merupakan bahan pangan yang dibutuhkan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari karena tanaman pangan merupakan kebutuhan pokok manusia dalam pemenuhan gizinya.

Nutrisi yang dimaksud antara lain karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral yang bermanfaat bagi kelangsungan hidup dan kesehatan tubuh manusia.

Apa saja jenis dan manfaat serealia, kacang-kacangan dan umbi-umbian?

Tanaman pangan dibagi menjadi tiga bagian besar, yaitu tanaman serealia, kacang-kacangan dan tanaman umbi-umbian.

Jenis, Bahan, Manfaat Sereal, Umbi dan Kacang

A. Tanaman Pangan Sereal.

Sereal disebut juga serealia atau biji-bijian yang merupakan kelompok tumbuhan yang ditanam untuk dipanen bijinya atau biji-bijiannya sebagai sumber karbohidrat atau pati. (id.wikipedia.org/wiki/cerealia).

Secara umum serealia kaya akan karbohidrat, protein, rendah lemak dan kaya serat kasar. Sereal juga kaya akan vitamin E dan B kompleks, mineral, zat besi, magnesium dan seng. Jenis-jenis serealia antara lain;

1. Nasi.

Beras adalah butiran beras yang telah dipisahkan dari kulitnya yang mengandung karbohidrat yang kaya akan gula atau glukosa yang merupakan sumber energi yang berguna bagi tubuh untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

2. Jagung.

Jagung merupakan jenis tanaman semusim yang siklus hidupnya antara 80-150 hari. Jagung mengandung karbohidrat yang tinggi pada bijinya yang dapat mencapai 80% dari bahan kering biji.

Beberapa manfaat jagung lainnya untuk kesehatan tubuh manusia antara lain sebagai berikut;

– Mencegah penyakit alzheimer adalah penyakit dengan kondisi kelainan pada daya ingat.

– Meningkatkan kesehatan mata dengan kandungan karotenoid pada biji jagung yang menghambat degenerasi mokular yaitu penurunan penglihatan pada garis tengah mata.

– Mencegah animea yang terjadi akibat berkurangnya sel darah merah atau kekurangan hemoglobin dalam darah.

– Melancarkan sistem pencernaan karena jagung memiliki serat yang tinggi, baik yang larut dalam lemak maupun tidak. Serat larut lemak dapat membantu mencegah penyerapan kolesterol sedangkan serat tidak larut lemak dapat mencegah sembelit dan masalah usus dengan melunakkan tinja sehingga mudah bergerak di usus.

– Menurunkan kadar kolesterol karena kaya akan vitamin C, karotenoid, bioflavonoid yang dapat menjaga kesehatan jantung kita dengan cara mengontrol kadar kolesterol dan memperlancar aliran darah dalam tubuh.

– Mencegah kanker dengan antioksidan yang terdapat pada jagung untuk menangkal radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh.

– Menjaga kesehatan kulit dengan sumber betakaroten yang berupa Vitamin A, C dan Lycopene yang merupakan bahan yang sangat bermanfaat untuk kesehatan kulit dan membantu menjaga kehalusan kulit.

3. Gandum.

Gandum adalah kelompok serealia dari kelompok biji-bijian yang banyak mengandung karbohidrat yang sering digunakan untuk memproduksi tepung terigu, pakan ternak atau alkohol melalui proses fermentasi.

Baca :  Pengertian dan Karakteristik Makanan Kontinental Internasional

Selain vitamin, mineral dan serat, gandum juga memiliki berbagai senyawa fitokimia yaitu senyawa kimia yang memberikan dampak positif bagi kesehatan dan beberapa manfaat tersebut antara lain sebagai berikut;

– Membantu tubuh merasa kenyang lebih lama

– Menurunkan kadar kolesterol,

– membantu menurunkan berat badan,

– Membantu mengatasi sembelit,

– Senyawa fitokimia dalam gandum dapat membantu dalam mengatasi risiko kanker.

4. Sorgum.

Sorgum spp merupakan tanaman serbaguna yang dapat dimanfaatkan sebagai pangan, pakan ternak dan pangan industri. Tanaman ini juga dapat tumbuh walaupun dalam kondisi tanah yang kurang subur dan pengairan yang terbatas.

Oleh karena itu, sergum merupakan salah satu tanaman pangan yang memiliki potensi yang baik untuk dikembangkan. Tumbuhan ini juga dimanfaatkan sebagai bioenergi (bioetanol). Sorgum dapat digunakan sebagai bahan alternatif untuk diversifikasi pangan.

Bukan tanpa alasan sereal ini bisa dijadikan bahan alternatif untuk menjadi pelapis utama nasi karena sergum mengandung nutrisi yang tinggi dan manfaat kesehatannya juga menjadi salah satu alasan utamanya.

Sorgum memiliki kandungan karbohidrat, protein dan kalsium yang lebih tinggi dibandingkan beras dan jagung serta kaya akan serat dan rendah gluten. Bijinya dapat digunakan untuk membuat tepung yang merupakan bahan dasar untuk membuat makanan.

B. Tanaman Pangan – Kacang-kacangan.

Kacang-kacangan adalah biji yang berukuran lebih besar dari serealia dimana tanaman ini biasanya terdapat pada tanaman dari famili Fabaceae yang meliputi;

1. Kacang.

Kacang tanah biasanya ditanam di lahan kering atau sawah yang telah panen padi yang diperbanyak melalui biji dan dipanen pada umur 90-95 hari setelah tanam. Ciri-ciri tanaman kacang tanah adalah perdu dengan daun yang kecil-kecil.

Kacang tanah memiliki kandungan dan manfaat yang baik bagi manusia antara lain serat protein, HA, lemak, vitamin C, A, D, E, K, B kompleks/Folat yang berguna untuk mencegah cacat tabung saraf pada bayi baru lahir dan mineral.

2. Kacang Hijau.

Kacang hijau atau Virga Radiata merupakan salah satu jenis tanaman sekunder yang banyak dikenal di daerah tropis dan termasuk dalam kelompok kacang-kacangan (fabaceae).

Tumbuhan ini memiliki banyak manfaat bagi manusia dalam menunjang kualitas kehidupannya sehari-hari dan di antara manfaat tersebut adalah memiliki protein nabati yang tinggi.

Selain itu, juga terdapat kalsium, fosfor, zat besi, vitamin B kompleks yang berkhasiat sebagai obat penyakit beri-beri, demam nifas, dan peluruh air seni. Selain itu, ada juga serat yang dapat menyerap lemak sehingga tidak menjadi penyumbatan pada pembuluh darah yang dapat menyebabkan jantung atau trock.

Baca :  Administrasi Kerajinan Bahan Limbah Berbentuk Bangun Ruang

Kacang hijau juga rendah lemak dan sangat cocok bagi yang ingin diet yang tentunya dibarengi dengan olahraga yang teratur agar tetap fit dan sehat.

3. Kedelai.

Kedelai (Clycine Max L) termasuk dalam famili Fabaceae dan juga termasuk tanaman semusim dan berbentuk polong serta diperbanyak dengan menggunakan biji.

Manfaat dan kandungan kedelai diantaranya memiliki kandungan protein nabati yang tinggi yang berguna untuk membangun sel-sel tubuh.

Juga mengandung vitamin B1, B2, B6 dan Provitamin A, potasium, magnesium, selenium, fosfor, karbohidrat, dan asam omega 3 dan sangat baik untuk bayi karena memiliki sumber nutrisi yang lengkap.

Kedelai juga sangat rendah lemak, mengandung minyak non kolesterol berkualitas tinggi yang berguna untuk menjaga kesehatan jantung, lesitin yang berguna untuk menjaga kolesterol tubuh, metabolisme tubuh, dan menjaga metabolisme lemak yang mandek di hati.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah kedelai juga mampu menjaga kestabilan kadar gula darah sehingga sangat bermanfaat bagi penderita diabetes dan isoflavon dalam kedelai menjaga keropos tulang.

Kandungan lainnya seperti vitamin E dan B kompleks sangat bermanfaat bagi kesehatan kulit untuk mencegah penuaan dini dan dari paparan sinar ultraviolet.

Selain itu, ada juga vitamin B12 yang berperan sebagai pembentuk sel darah merah sehingga dapat mencegah animea dan berguna untuk menjaga memori otak.

C. Tanaman Pangan Umbi – Umbi.

Jenis, Bahan, Manfaat Sereal, Umbi dan Kacang

Umbi adalah organ pada tumbuhan yang mengalami perubahan bentuk dan ukuran yang dipicu oleh perubahan fungsi.

Umbi dapat berfungsi sebagai alat reproduksi tanaman yang telah dimodifikasi sehingga memiliki fungsi lain dan umumnya umbi terbentuk di permukaan tanah, atau jauh di dalam tanah.

1. Umbi Manis.

Dinamakan ubi manis karena daun dan batang tanaman ini tersebar dimana-mana di daerah sekitarnya selama proses pertumbuhan.

Tanaman ini secara umum dikenal dengan nama ubi jalar atau ubi jalar atau dengan nama ilmiah Ipomoea Batatas L dimana akarnya merupakan sumber dari umbi-umbian tersebut dan sangat tinggi nutrisinya.

Kandungan gizi ubi jalar terdiri dari karbohidrat kompleks, vitamin C, vitamin A, indeks glikemik rendah, serat tinggi, zat besi, folat, tembaga, dan mangan juga terdapat pada ubi jalar.

2. Singkong / Singkong.

Singkong atau yang juga dikenal dengan singkong merupakan tanaman perdu yang memiliki akar tunggang dan sejumlah akar cabang yang tumbuh menjadi umbi akar yang dapat dimakan.

Baca :  Keberhasilan dan Kegagalan Wirausaha Makanan Khas Daerah

Singkong atau singkong merupakan alternatif pengganti nasi sebagai makanan pokok karena mengandung banyak karbohidrat namun rendah protein.

Manfaat dan kandungan gizi singkong antara lain kalori, protein, lemak, karbohidrat, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin A, B1 dan C serta amylun.

Daun singkong juga mengandung vitamin A, B1 dan C, kalsium, kalori, fosfor, protein, lemak, karbohidrat, dan zat besi.

Kulit batangnya mengandung tanin, enzim peroksidase, glikosida dan kalsium oksalat dimana para ahli tanaman obat juga mengatakan bahwa singkong memiliki efek farmakologis sebagai antioksidan, anti kanker, anti tumor dan meningkatkan nafsu makan.

Selain itu singkong atau singkong ini juga memiliki manfaat untuk pencernaan karena banyak mengandung serat, sebagai obat luka bernanah dan luka bakar, serta panas dalam.

Untuk hal lain juga bermanfaat bagi yang ingin diet kalori karena singkong merupakan makanan dengan kandungan karbohidrat yang lebih rendah dari nasi dan roti namun memiliki serat yang tinggi sehingga membantu kita merasa kenyang dalam waktu yang lama.

3. Taro.

Umbi talas sebagai sumber karbohidrat pengganti nasi sangat bermanfaat untuk berbagai jenis keperluan misalnya umbi-umbian, pucuk muda dan tangkai daun dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan.

Adapun pelepah dan daunnya dapat digunakan sebagai kembang gula, obat-obatan dan juga pembungkus makanan.

Kandungan nutrisi yang terkandung dalam talas antara lain serat, vitamin C, B6, E, dan beta karoten. Untuk akar rimpang yang diolah menjadi bubur bermanfaat untuk mengobati asam urat, sedangkan cairan dari rimpangnya dapat digunakan sebagai obat bisul.

Getahnya juga sering digunakan untuk menghentikan pendarahan pada luka dan juga untuk mencegah pembengkakan, jika pelepah dan tangkai daunnya dibakar dapat digunakan untuk mengobati bekas gigitan kalajengking dan gatal-gatal.

4. Kentang.

Kentang merupakan salah satu tanaman semusim yang tergolong herba semusim dan cocok ditanam di dataran tinggi dan beriklim tropis.

Umbi batang kentang dapat dijadikan sebagai alternatif makanan pokok. Kandungan nutrisi kentang adalah serat yang tinggi, anti oksidan dan vitamin C.

Selain itu, ada juga kalonin yang berguna untuk mencegah penyakit kolesterol, juga mengandung zat besi dan tembaga yang baik untuk pertumbuhan otak si kecil dan yang terakhir vitamin B6 untuk membantu kita menghilangkan stres.

Penutupan.

Setelah menyimak semua penjelasan di atas, kami berharap Anda dapat membedakan dan mengetahui manfaat dan kandungan serealia, kacang-kacangan dan umbi-umbian. Semoga informasi ini bermanfaat bagi kita semua dan terima kasih.

Sumber: Direktorat SMP. Kemendikbud-RI, 2020.

Leave a Comment