Sarana dan Peralatan Wirausaha Budidaya Ternak Unggas Pedaging

Assalamu’alaikum sahabat cerdas dimanapun berada, dalam beternak unggas kita semua tahu bahwa dalam prosesnya kita membutuhkan sarana dan prasarana. Selanjutnya kita akan coba uraikan fasilitas dan peralatan apa saja yang dibutuhkan untuk peternakan unggas.

Apa saja fasilitas dan peralatan budidaya? untuk lebih jelasnya mari kita semua menyimak uraian singkat berikut ini.

Fasilitas yang dibutuhkan dalam budidaya unggas broiler terdiri dari beberapa jenis fasilitas seperti;

kandang adalah gedung kerja untuk melindungi unggas dari iklim yang buruk, seperti hujan, panas dan dingin sehingga unggas dapat terhindar dari penyakit stres dan memudahkan pemberian pakan.

Kandang juga dapat melindungi unggas dari predator dan memudahkan pengendalian hama dan penyakit unggas. Fungsi kandang sangat ditentukan oleh cara beternak unggas. Cara memelihara hewan unggas dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu:

Menurut sistemnya, kandang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kandang baterai dan kandang pos.

Kandang baterai, yaitu kandang yang berbentuk kotak dan saling terhubung, bisa bertingkat atau hanya satu tingkat.

Sedangkan kandang pos yaitu terkadang lantainya rapat dan biasanya menggunakan filter. Kelebihan sangkar ini adalah mudah dibersihkan, dan kekurangannya adalah filter harus sering diganti dan agak sulit untuk memantau kesehatan masing-masing burung.

Sistem kandang berdasarkan bangunan terdiri dari 3 sistem diantaranya adalah sebagai berikut.

1. Sistem Sampah.

Sistem pembuangan kotoran adalah Kandang memiliki alas lantai yang berfungsi untuk menyerap air. Bahan liter yang bisa digunakan adalah sekam, potongan jerami, atau ampas tebu.

Jenis kandang litter dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:

– Kandang dengan lantai serasah:

Yaitu kandang yang lantainya dilapisi sekam padi / sekam padi yang diaplikasikan pada kandang dengan sistem koloni.

Baca :  Jenis, Karakter, dan Teknik Pengolahan Kerajinan Bahan Campuran

– Kandang dengan lantai berlubang:

Yaitu sangkar yang memiliki lantai yang terbuat dari kasau dengan lubang di antaranya. Lubang tersebut berfungsi sebagai tempat pembuangan kotoran dan langsung menuju penampung kotoran.

– Kandang dengan lantai campuran serasah dan di bawahnya:

Yaitu kandang campuran antara serasah dan bawah lantai dengan perbandingan 40% luas lantai dengan alas serasah dan 60 lantai untuk lantai bawah (terdiri dari 30% di kanan dan 30% di kiri).

2. Sistem Kandang.

Sarana dan Prasarana Pengusaha Budidaya Unggas Broiler
Sarana dan Prasarana Pengusaha Budidaya Unggas Broiler

Sistem sangkar, yaitu kandang yang dibuat dalam bentuk sangkar. Kandang – kandang bila diperlukan bisa dibuat bertingkat.

3. Sistem Skoring.

Sistem penandaan, yaitu kandang dilengkapi dengan selempang.

Berdasarkan jumlah burung yang dikandangkan, sangkar dikelompokkan menjadi tiga jenis sangkar yang meliputi:

  • kandang tunggal (satu kandang ditempati oleh satu ekor)
  • sangkar ganda (satu sangkar ditempati oleh 2 hingga 10 burung) dan
  • kandang koloni (satu kandang untuk banyak burung). Kandang jenis ini banyak digunakan untuk ayam pedaging komersial.

B. Peralatan Lain untuk Budidaya Unggas Broiler.

Sarana dan Prasarana Pengusaha Budidaya Unggas Broiler
Sarana dan Prasarana Pengusaha Budidaya Unggas Broiler

Selain kandang, peralatan berikut juga dibutuhkan:

  • bertengger, dibutuhkan burung untuk beristirahat,
  • tempat makan, minum dan grit. Tempat makan, minum harus tersedia dalam jumlah yang cukup.

C. Bibit Unggas Broiler.

Bibit unggas dapat diperoleh di penyedia bibit. Bibit ayam pedaging direkomendasikan yang berasal dari pembibitan ayam pedaging sesuai standar yang ditetapkan dalam SNI 01.4868.1 – 1 – 1998, yaitu memiliki berat badan minimal 37 gram/ekor untuk ayam.

Bibit ayam pedaging yang dipelihara harus bebas dari penyakit unggas. Selain itu, persyaratan benih DOC lainnya adalah:

Sarana dan Prasarana Pengusaha Budidaya Unggas Broiler
Sarana dan Prasarana Pengusaha Budidaya Unggas Broiler
  • Anak anjing berasal dari induk yang sehat,
  • Bulu terlihat halus dan penuh serta pertumbuhan yang baik,
  • tidak ada cacat pada tubuh,
  • anak ayam memiliki nafsu makan yang baik,
  • ukuran tubuh normal, yaitu berat badan antara 35-40 gram, dan
  • tidak ada tinja di rektumnya.

D. Pakan Unggas Broiler.

Umpan adalah campuran bahan makanan yang mengandung nutrisi lengkap dan sesuai dengan kebutuhan unggas. Pakan yang baik adalah pakan yang memiliki gizi seimbang sehingga dapat diberikan sesuai dengan jumlah kebutuhan unggas.

Pakan tersebut dapat berasal dari pabrik pakan atau pakan buatan sendiri, harus mencukupi, sehat, dan berkualitas baik sesuai standar yang telah ditetapkan. Pakan yang diberikan harus sesuai dengan kuantitas dan kualitas, umur, dan masa pertumbuhan unggas.

Bahan baku pakan dapat menggunakan bahan lokal atau impor, seperti dedak padi, gabah, biji jagung, bungkil kedelai, biji sorgum, tepung ikan, atau bahan sisa dari limbah pertanian dan perkebunan serta perikanan. Pakan bisa berupa tepung, butiran kecil, atau pelet.

E. Obat – Vitamin dan Hormon Pertumbuhan Ayam Broiler.

Sebaiknya obat yang digunakan adalah obat yang sudah terdaftar. Penggunaan obat – obatan harus sesuai dengan peraturan yang berlaku. Usaha peternakan ayam harus bebas dari penyakit ayam yang berbahaya dan menular, seperti;

  • Laringotrakeitis menular,
  • Penyakit Bursal Menular,
  • Mikoplasmosis Burung (M. Gallisepticom),

Demikian uraian singkat mengenai sarana dan peralatan budidaya ayam pedaging tersebut diatas, semoga bermanfaat dan terima kasih.

Sumber: Prakarya-Kemdikbud-RI.2018.